Tak Sekadar Bertani, Petani Milenial Tenggarong Seberang Dilatih Mengolah Hasil Panen
Camat Tenggarong
Seberang, Sukono. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Petani milenial di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan budidaya sekaligus mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah.
Upaya ini menjadi
bagian dari pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, terutama di
wilayah yang memiliki potensi produksi pangan.
Camat Tenggarong
Seberang, Sukono mengatakan, pembinaan petani milenial telah berjalan di Desa
Manunggal Jaya.
Program tersebut juga
telah diluncurkan oleh Bupati Kukar sebagai bagian dari pengembangan petani
muda di wilayahnya.
“Pembinaan petani
milenial itu berada di wilayah Desa Manunggal Jaya dan alhamdulillah di sana
sudah berjalan. Kemarin juga diluncurkan oleh Pak Bupati terkait dengan para
petani milenial yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang,” ujarnya saat
ditemui pada Minggu (11/10/2026).
Pembinaan tersebut
mencakup pelatihan teknik pertanian yang baik dan pengolahan hasil produksi.
Keterampilan ini
penting agar petani memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam mengelola
kegiatan pertanian, termasuk memanfaatkan hasil panen menjadi produk olahan.
“Bentuk pembinaannya
ada pelatihan-pelatihan terkait dengan cara bertani yang baik, terus membuat
produk-produk dari hasil pertanian itu sendiri,” jelasnya.
Pengolahan hasil
pertanian menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas
lokal.
Singkong dan pisang,
misalnya, dapat diolah menjadi keripik, sedangkan jamur dapat dikembangkan
menjadi makanan ringan.
Pengolahan tersebut
memberikan gambaran bagaimana komoditas pertanian dapat dimanfaatkan menjadi
produk pangan yang memiliki nilai jual.
Pengembangan
komoditas pertanian di Tenggarong Seberang juga terlihat melalui produk beras
lokal Berman Gold.
Pengembangan produk
beras lokal memperlihatkan peluang pemanfaatan komoditas pertanian tidak hanya
pada tahap budidaya, tetapi juga melalui pengolahan dan pemasaran hasil panen.
Petani milenial
sendiri merupakan kelompok petani muda yang dalam program Kementerian Pertanian
merujuk pada petani berusia 19 hingga 39 tahun dan atau petani yang adaptif
terhadap teknologi digital.
Pengembangan kelompok
ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta
penerapan inovasi di sektor pertanian.
Kecamatan Tenggarong
Seberang juga termasuk dalam lima kawasan pertanian terintegrasi yang
dikembangkan di Kukar.
Sebagai salah satu
wilayah penopang produksi pangan Kukar, Tenggarong Seberang memiliki potensi
pertanian yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Peningkatan
keterampilan petani, termasuk dalam pengolahan hasil panen, dapat menjadi
bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal sekaligus
memperluas peluang pengembangan produk pangan.
Ia turut menyampaikan
bahwa petani milenial di wilayahnya telah mengikuti berbagai kegiatan dan
perlombaan di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Di tingkat kabupaten
maupun provinsi, bahkan kemarin ada yang mengikuti tingkat nasional,”
ungkapnya.
Keikutsertaan dalam
berbagai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi petani milenial untuk
menambah pengalaman dan memperluas wawasan.
Pengembangan
kemampuan secara berkelanjutan diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat
diterapkan dalam kegiatan budidaya maupun pengolahan hasil pertanian.
Pembinaan petani
milenial di Tenggarong Seberang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan
generasi muda dalam mengelola potensi pertanian, mulai dari budidaya hingga
pengolahan hasil panen.
Dengan demikian,
komoditas lokal tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah, tetapi juga
berpeluang dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Kami berharap
melalui pembinaan ini, petani milenial semakin terampil dalam mengembangkan
pertanian, termasuk mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai
tambah bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv/Kriz)